Jumat, 28 Mei 2021

Ruang lingkup Informatika

 RUANG LINGKUP INFORMATIKA

Mei 28, 2021

 RUANG LINGKUP INFORMATIKA 


1. Program Komputer dan Model Komputasi 


    A. Program komputer atau sering kali disingkat sebagai program adalah serangkaian instruksi yang ditulis untuk melakukan suatu fungsi spesifik pada komputer.[1] Komputer pada dasarnya membutuhkan keberadaan program agar bisa menjalankan fungsinya sebagai komputer, biasanya hal ini dilakukan dengan cara mengeksekusi serangkaian instruksi program tersebut pada prosesor.[2] Sebuah program biasanya memiliki suatu bentuk model pengeksekusian tertentu agar dapat secara langsung dieksekusi oleh komputer. Program yang sama dalam format kode yang dapat dibaca oleh manusia disebut sebagai kode sumber, bentuk program yang memungkinkan programmer menganalisis serta melakukan penelaahan algoritme yang digunakan pada program tersebut. Kode sumber tersebut pada akhirnya dikompilasi oleh utilitas bahasa pemrograman tertentu sehingga membentuk sebuah program. bentuk alternatif lain model pengeksekusian sebuah program adalah dengan menggunakan bantuan interpreter, kode sumber tersebut langsung dijalankan oleh utilitas interpreter suatu bahasa pemrograman yang digunakan.


Beberapa program komputer dapat dijalankan pada sebuah komputer pada saat bersamaan, kemampuan komputer untuk menjalankan beberapa program pada saat bersamaan disebut sebagai multitasking. Program komputer dapat dikategorikan menurut fungsinya; perangkat lunak sistem atau perangkat lunak aplikasi.


Pemrograman komputer merupakan suatu proses iteratif penulisan dan penyuntingan kode sumber sehingga membentuk sebuah program. Penyuntingan kode sumber meliputi proses pengetesan, analisis, pembetulan kesalahan, pengoptimasian algoritme, normalisasi kode, dan kadang-kadang pengkoordinasian antara satu programmer dengan programmer lainnya jika sebuah program dikerjakan oleh beberapa orang dalam sebuah tim. Seorang praktisi yang memiliki keahlian untuk melakukan penulisan kode dalam bahasa pemrograman disebut sebagai programmer komputer atau programmer, pengembang perangkat lunak, atau koder. Istilah rekayasa perangkat lunak (bahasa Inggris: Software engineering) sering kali digunakan karena proses penulisan program tersebut dipandang sebagai suatu disiplin ilmu perekayasaan.


Paradigma Sunting


Program komputer dapat dikategorikan menurut paradigma bahasa pemrograman yang digunakannya. Dua paradigma utama yang umum digunakan adalah imperatif dan deklaratif.


Program yang ditulis dalam bahasa pemrograman imperatif biasanya memiliki algoritme yang ditulis dalam serangkaian klausal pendeklarasian, ekspresi aritmatis, dan sejumlah perintah.[3] Pendeklarasian meliputi pendeklarasian variabel serta tipe data atas variabel tersebut, contoh: var x: integer; Penggunaan ekpresi operasi aritmatis yang menghasilkan nilai, contoh: 2 + 2 menghasilkan nilai 4. Dan perintah yang melingkupi pendelegasian nilai atas hasil dari operasi aritmatis tersebut ke dalam sebuah variabel, contoh: x:= 2 + 2; if x = 4 then lakukan_sesuatu(); Salah satu bentuk kritik atas implementasi imperatif ini adalah efek samping yang timbul atas pendelegasian perintah terhadap variabel yang berada di luar cakupan dari fungsi tersebut atau lebih dikenal sebagai non-local variable.[4]


Program yang ditulis dengan bahasa deklaratif meliputi sejumlah properti yang harus dipenuhi untuk mendapatkan suatu bentuk hasil tertentu. Properti tersebut tidak mencerminkan suatu gambaran atas proses kerja suatu program namun merupakan suatu bentuk deklarasi relasional matematis atas sejumlah objek melaui properti-propertinya. Dua bagian utama atas pemrograman deklaratif adalah bahasa pemrograman fungsional dan bahasa pemrograman logikal. Prinsip dasar dibalik bahasa pemrograman fungsional (Haskell) adalah mencegah timbulnya efek samping seperti yang terdapat pada model pemrograman imperatif sehingga membuatnya lebih mudah untuk digunakan membuat program yang melakukan sejumlah operasi matematis.[4] Sementara itu, prinsip dari sebuah bahasa pemrograman logikal (Prolog) adalah mendefinisikan permasalahan yang hendak diselesaikan, tujuan yang hendak dicapai, dan membiarkan sistem melakukan analisis atas detail solusi terhadap permasalahan tersebut.[5] Tujuan utama atas sebuah program didefinisikan dengan cara membuat sejumlah tujuan-tujuan yang lebih kecil, kemudian pada tiap-tiap tujuan tersebut secara lebih lanjut didefinisikan tujuan-tujuan lain yang lebih kecil lagi, dan begitu seterusnya. Jika suatu arahan tujuan yang didefinisikan gagal digunakan untuk menemukan solusi atas suatu permasalahan, maka arahan tujuan anakan yang lebih kecil akan di telusuri ulang, dan arahan lainnya akan diujicobakan.


Bentuk dari cara sebuah program dibuat bisa berupa tekstual ataupun visual. Dalam pemrograman visual, elemen-elemen program biasanya dimanipulasi secara grafis, sementara bila dibuat secara tekstual artinya sebuah program ditulis secara manual.


Kompilasi atau interpretasi Sunting

Program komputer dalam bentuk yang dapat dibaca oleh manusia biasanya disebuat sebagai kode sumber. Kode sumber dapat dikonversikan menjadi bentuk berkas yang dapat dieksekusi secara langsung oleh komputer. Proses pengkonversian ini disebut sebagai proses kompilasi dan biasanya dilakukan sebuah program utilitas dari bahasa pemrograman yang digunakan yang disebut sebagai kompiler. Pada beberapa bahasa pemrograman tertentu, kode sumber dapat langsung dieksekusi sebagai sebuah program dengan menggunakan bantuan utilitas yang disebut sebagai interpreter.


Baik melalui proses kompilasi ataupun interpretatif, eksekusi program dapat dilakukan dalam sebuah proses batch tanpa membutuhkan interaksi dengan manusia, namun program interpretatif memungkinkan pengguna untuk menulis perintah dalam suatu sesi interaktif. Pada kasus ini sebuah program dieksekusi sebagai sebuah perintah, yang kemudian dieksekusi baik secara serial ataupun paralel. Bahasa pemrograman yang menyediakan fitur interaktif seperti ini dinamakan sebagai bahasa skrip.


Kompiler digunakan untuk menerjemahkan kode sumber dari suatu bahasa pemrograman menjadi kode objek ataupun kode mesin. Kode objek biasanya membutuhkan proses lebih lanjut sehingga dapat menjadi kode mesin, dan kode mesin merupakan instruksi-instruksi yang dikenali dan dapat secara langsung dieksekusi oleh prosesor. Program komputer yang telah terkompilasi biasanya disebut sebagai berkas eksekutabel, ataupun berkas biner; yang merujuk pada bentuk sistem biner yang digunakan untuk menyimpan kode mesin tersebut.


Program komputer yang diinterpretasikan -baik secara batch ataupun dalam modus interaktif- biasanya akan diterjemahkan terlebih dulu ke dalam sejumlah token baru kemudian dieksekusi, atau bisa juga token-token tersebut dioptimasi lebih lanjut sehingga menjadi sejumlah instruksi yang memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik dan disimpan sebagai berkas P-Code terpisah untuk dieksekusi kemudian oleh interpreter. BASIC, Perl, dan Python merupakan beberapa contoh dari bahasa pemrograman yang menyediakan fasilitas penerjemahaan langsung. Alternatif lainnya, program komputer yang ditulis dalam bahasa pemrograman Java merupakan hasil kompilasi kode sumber ke dalam bytcode yang kemudian dieksekusi oleh interpreter yang disebut sebagai mesin virtual java.


Kerugian utama pemanfaatan interpreter adalah unjuk kerja program biasanya lebih lambat dibandingkan dengan program yang dikompilasi terlebih dulu. Namun keuntungannya proses pengembangan perangkat lunak biasanya bisa dilakukan lebih cepat karena proses pengetesan atas berjalannya program dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Tanpa memerlukan tahapan-tahapan kompilasi sebelumnya. Kerugian lainnya adalah, untuk dapat menjalankan program tersebut, utilitas interpreter harus disertakan dalam setiap pendistribusian, berbeda halnya dengan program terkompilasi yang dapat didistribusikan tanpa menyertakan kompiler bahasa yang digunakan karena sifatnya yang sudah dalam bentuk kode mesin.


Umumnya saat ini bahasa-bahasa pemrograman interpretatif telah dilengkapi pula dengan kompiler JIT (Just in Time) yang akan menganalisis serta menerjemahkan instruksi-instruksi yang paling sering digunakan ke dalam bahasa mesin pada saat program dijalankan sehingga tingkat unjuk kerjanya dapat ditingkatkan mengimbangi unjuk kerja program yang terkompilasi.


Eksekusi dan penyimpanan Sunting

Sebuah program komputer biasanya akan disimpan terlebih dahulu dalam memori utama (RAM) komputer sebelum dijalankan yang biasanya dilakukan oleh sistem operasi. Prosesor kemudian akan mengeksekusi program tersebut, instruksi demi instruksi sampai program tersebut diterminasi. Sebuah program yang tengah dieksekusi oleh prosesor dinamakan sebagai proses.[6] Terminasi ataupun penghentian eksekusi sebuah program biasanya terjadi baik karena permintaan dari pengguna, interupsi pengguna, kesalahan atas program itu sendiri, ataupun kesalahan atas perangkat keras yang digunakan.



Eksekusi simultan Sunting

Umumnya sistem operasi yang ada saat ini sudah mendukung pemanfaatan multitasking yang memungkinkan beberapa program komputer dijalankan pada saat yang bersamaan di sebuah komputer. Untuk dapat menjalankan beberapa program tersebut pada saat yang bersamaan, sistem operasi memanfaatkan mekanisme penjadualan proses yang merupakan suatu mekanisme yang akan mengatur pengalihan prosesor dalam melakukan pemrosesan sehingga beberapa program komputer tersebut dapat berinteraksi dengan pengguna saat dijalankan.[10] Di sisi perangkat keras yang digunakan, prosesor modern saat ini umumnya telah mendukung beberapa core prosesor yang dipancangkan sebagai sebuah prosesor yang memungkinkannya menjalankan beberapa program sekaligus.[11]


Sebuah program komputer dapat melakukan kalkulasi secara simultan pada beberapa jenis operasi di saat yang bersamaan dengan memanfaatkan thread atau sebagai proses terpisah. Umumnya prosesor yang ada saat ini sudah mendukung arsitektur multithreading yang teroptimasi untuk menjalankan beberapa thread secara efisien.


     B. model komputasi adalah model yang menggambarkan bagaimana keluaran dari fungsi matematika dihitung dengan memberikan masukan. Model menggambarkan bagaimana unit komputasi, memori, dan komunikasi diatur. [1] The kompleksitas komputasi dari sebuah algoritma dapat diukur diberikan model komputasi. Menggunakan model memungkinkan mempelajari kinerja algoritme secara independen dari variasi yang khusus untuk implementasi tertentu dan teknologi tertentu.


Model Sunting

Model komputasi dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: model sekuensial, model fungsional, dan model konkuren.


Model sekuensial meliputi:


Mesin negara hingga

Automata pushdown

Mesin akses acak

Mesin turing

Model fungsional meliputi:


Kalkulus Lambda

Fungsi rekursif umum

Logika kombinasi

Sistem penulisan ulang abstrak

Model konkuren meliputi:


Otomat seluler

gerbang logika dan sirkuit digital

Jaringan proses Kahn

Jaring petri

Aliran Data Sinkron

Jaring interaksi

Model aktor

Model berbeda dalam kekuatan ekspresifnya; misalnya, setiap fungsi yang dapat dihitung oleh mesin keadaan Hingga juga dapat dihitung oleh mesin Turing , tetapi tidak sebaliknya.


Sebuah model yang non-deterministik perhitungan dikaitkan dengan beberapa model komputasi. Model nondeterministik tidak berguna untuk komputasi praktis; mereka digunakan dalam studi kompleksitas komputasi algoritma.


Kegunaan Sunting

Dalam bidang analisis runtime dari algoritme , adalah umum untuk menentukan model komputasi dalam hal operasi primitif yang diperbolehkan yang memiliki biaya unit, atau hanya operasi biaya unit . Contoh yang umum digunakan adalah mesin akses acak , yang memiliki biaya satuan untuk akses baca dan tulis ke semua sel memorinya. Dalam hal ini, ini berbeda dari model mesin Turing yang disebutkan di atas.


Kategori Sunting

Ada banyak model penghitungan, berbeda dalam rangkaian operasi yang dapat diterima dan biaya penghitungannya. Mereka termasuk dalam kategori luas berikut:


Mesin abstrak dan model yang setara dengannya (misalnya kalkulus lambda setara dengan mesin Turing ) - digunakan dalam bukti komputasi dan batas atas kompleksitas komputasi algoritme.

Model pohon keputusan - digunakan sebagai bukti batas bawah pada kompleksitas komputasi masalah algoritmik.


3. Perbaikan Model Komputasi

    

    Teori komputasi adalah cabang ilmu komputer dan matematika yang membahas apakah dan bagaimanakah suatu masalah dapat dipecahkan pada model komputasi, menggunakan algoritma. Bidang ini dibagi menjadi dua cabang: teori komputabilitas dan teori kompleksitas, namun keduacabang berurusan dengan model formal komputasi. Model komputasi adalah suatu kumpulan dari nilai dan operasi - operasi.


Ada tiga model dasar komputasional-- fungsional, logika, dan imperatif. Sebagai tambahan terhadap satuan nilai-nilai dan operasi yang berhubungan, masing-masing model komputasional mempunyai satu set operasi yang digunakan untuk menggambarkan komputasi


a. Model Fungsional : terdiri dari satu set nilai-nilai, fungsi-fungsi dan operasi aplikasi fungsi dan komposisi fungsi. Fungsi dapat mengambil fungsi lain sebagai argumentasi dan mengembalikan fungsi sebagai hasil (higher-order function). Suatu program adalah koleksi definisi fungsi-fungsi dan suatu komputasi adalah aplikasi fungsi.


b. Model Logika : terdiri dari satu set nilai-nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis. Program terdiri dari definisi hubungan dan suatu komputasi adalah suatu bukti(suatu urutan kesimpulan).


c. Model Imperatif : terdiri dari satu set nilai-nilai yang mencakup suatu keadaan dan operasi tugas untuk memodifikasi pernyataan. Pernyataan adalah set pasangan nilai-nama dari konstanta dan variabel. Program terdiri dari urutan tugas dan suatu komputasi terdiri dari urutan pernyataan.


3. Pengalaman Berpikir Komputasional

     

    Berpikir komputasional dibangun dengan dasar dan batasan proses komputasi, entah proses tersebut dieksekusi oleh manusia atau mesin. Metode dan model komputasional memberikan kemampuan bagi kita untuk memecahkan masalah dan mendesain/ merangkai sistem yang tidak bisa kita tangani sendiri. Berpikir komputasional adalah kemampuan dasar untuk setiap orang, bukan hanya bagi orang-orang yang berkutat dalam studi komputer-sains. Berpikir komputasional mencakup pemecahan masalah, mendesain sistem, dan memahami perilaku manusia, dengan menggambar konsep berdasarkan komputer sains. Berpikir komputasional meliputi batasan kemampuan mental yang merefleksikan betapa luasnya cakupan komputer-sains. Komputer sains adalah studi komputasi-mengenai apa yang dapat dikomputasikan dan bagaimana mengkomputasikan. Berpikir komputasional memiliki karakteristik sebagai berikut:

Berdasarkan konsep, bukan pemrograman. Komputer sains bukan sekedar pemrogaman komputer. Berpikir seperti orang yang ahli dalam computer-sains berarti lebih dari sekedar pemrogaman komputer. Dibutuhkan berpikir pada beberapa tingkat abstraksi.

Mendasar, bukan menghafal. Kemampuan dasar yaitu kemampuan yang harus dimiliki setiap orang dizaman sekarang. Menghafal berarti rutinitas mekanikal.

Cara manusia berpikir, bukan cara komputer berpikir. Berpikir komputasional adalah cara orang untuk memecahkan masalah; berikir komputasional tidak membuat orang mencoba berpikir seperti komputer. Manusia itu cerdas dan imajinatif. Komputer seharusnya dikendalikan oleh manusia, untuk menemukan suatu pemecahan masalah, bukan sebaliknya.

Saling melengkapi dan mengkombinasikan antara pemikiran matematis dan pemikiran teknik. Komputer sains erat kaitannya dengan berpikir matematis, sama seperti ilmu sains lainnya yang didasari oleh matematika.

Merupakan ide, bukan benda. Bukan sekedar software atau hardware yang secara fisik ada dikehidupan kita, namun lebih pada konsep-konsep komputasional yang kita gunakan untuk mendekati dan memecahkan masalah, mengatur kehidupan sehari-hari kita, komunikasi dan interaksi dengan orang lain.

Untuk setiap orang, disetiap tempat. Pemikiran komputasional akan menjadi nyata ketika ia begitu integral dalam usaha manusia, dan berubah menjadi suatu filosofi yang eksplisit.

Secara intelektual menantang dan mengharuskan masalah saintifik dapat dipahami dan diselesaikan. Domain masalah dan domain solusi hanya terbatas pada rasa ingin tahu dan kreativitas kita sendiri.

Orang yang memiliki kemampuan komputasional dapat menguasai komputer sains dan melakukan apa saja. Orang yang memiliki kemampuan komputasional dapat menguasai komputer sains dan meneruskan karirnya dibidang kesehatan, hukum, bisnis, politik, dan semua jenis teknik sains, atau bahkan seni.


Praktik Lintas Bidang (TEMATIS)

 Skip to content

Sat. May 29th, 2021 11.30.17

  

UKWMS


ALL NEWS

Berpikir Komputasional dan Karakteristiknya; Memadukan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan


Byadmin

 JAN 28, 2020


Berpikir komputasional dibangun dengan dasar dan batasan proses komputasi, entah proses tersebut dieksekusi oleh manusia atau mesin. Metode dan model komputasional memberikan kemampuan bagi kita untuk memecahkan masalah dan mendesain/ merangkai sistem yang tidak bisa kita tangani sendiri. Berpikir komputasional adalah kemampuan dasar untuk setiap orang, bukan hanya bagi orang-orang yang berkutat dalam studi komputer-sains. Berpikir komputasional mencakup pemecahan masalah, mendesain sistem, dan memahami perilaku manusia, dengan menggambar konsep berdasarkan komputer sains. Berpikir komputasional meliputi batasan kemampuan mental yang merefleksikan betapa luasnya cakupan komputer-sains. Komputer sains adalah studi komputasi-mengenai apa yang dapat dikomputasikan dan bagaimana mengkomputasikan. Berpikir komputasional memiliki karakteristik sebagai berikut:


Berdasarkan konsep, bukan pemrograman. Komputer sains bukan sekedar pemrogaman komputer. Berpikir seperti orang yang ahli dalam computer-sains berarti lebih dari sekedar pemrogaman komputer. Dibutuhkan berpikir pada beberapa tingkat abstraksi.

Mendasar, bukan menghafal. Kemampuan dasar yaitu kemampuan yang harus dimiliki setiap orang dizaman sekarang. Menghafal berarti rutinitas mekanikal.

Cara manusia berpikir, bukan cara komputer berpikir. Berpikir komputasional adalah cara orang untuk memecahkan masalah; berikir komputasional tidak membuat orang mencoba berpikir seperti komputer. Manusia itu cerdas dan imajinatif. Komputer seharusnya dikendalikan oleh manusia, untuk menemukan suatu pemecahan masalah, bukan sebaliknya.

Saling melengkapi dan mengkombinasikan antara pemikiran matematis dan pemikiran teknik. Komputer sains erat kaitannya dengan berpikir matematis, sama seperti ilmu sains lainnya yang didasari oleh matematika.

Merupakan ide, bukan benda. Bukan sekedar software atau hardware yang secara fisik ada dikehidupan kita, namun lebih pada konsep-konsep komputasional yang kita gunakan untuk mendekati dan memecahkan masalah, mengatur kehidupan sehari-hari kita, komunikasi dan interaksi dengan orang lain.

Untuk setiap orang, disetiap tempat. Pemikiran komputasional akan menjadi nyata ketika ia begitu integral dalam usaha manusia, dan berubah menjadi suatu filosofi yang eksplisit.

Secara intelektual menantang dan mengharuskan masalah saintifik dapat dipahami dan diselesaikan. Domain masalah dan domain solusi hanya terbatas pada rasa ingin tahu dan kreativitas kita sendiri.

Orang yang memiliki kemampuan komputasional dapat menguasai komputer sains dan melakukan apa saja. Orang yang memiliki kemampuan komputasional dapat menguasai komputer sains dan meneruskan karirnya dibidang kesehatan, hukum, bisnis, politik, dan semua jenis teknik sains, atau bahkan seni.

Source: Pendidikan Matematika


Post navigation

HARMONI KELUARGA: MANFAAT MEMPERKENALKAN PROFESI KEPADA ANAK SEJAK DINI 

 “ADVOKASI TERHADAP ANAK PEREMPUAN”


By admin

RELATED POST

ALL NEWS

Pengabdian pada Masyarakat PSDKU Biologi di Kalurahan Mojorejo Tahun 2021

 MAY 20, 2021 PROMOSI WIMA

ALL NEWS

RAKERPIM 2021 “Menciptakan Keunggulan Kompetitif Melalui Kinerja Inovasi”

 MAR 31, 2021 PROMOSI WIMA

ALL NEWS

Pelantikan dan Penyerahan Surat Keputusan Pimpinan Unit Kerja Penunjang Akademik dan Unit Pelaksana Administrasi Masa Bakti 2021 – 2025 Kampus Kota Madiun

 MAR 2, 2021 PROMOSI WIMA

Search

INFORMASI KAMPUS
























YOU MISSED

ALL NEWS

Pengabdian pada Masyarakat PSDKU Biologi di Kalurahan Mojorejo Tahun 2021

ALL NEWS

RAKERPIM 2021 “Menciptakan Keunggulan Kompetitif Melalui Kinerja Inovasi”

ALL NEWS

Pelantikan dan Penyerahan Surat Keputusan Pimpinan Unit Kerja Penunjang Akademik dan Unit Pelaksana Administrasi Masa Bakti 2021 – 2025 Kampus Kota Madiun

ALL NEWS

SOSIALISASI PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 2021

UKWMS

Proudly powered by WordPress | Theme: Newsup by Themeansar.


HomeTentang WIMAAkademikSub SistemInformasi Pendaftaran

Minggu, 23 Mei 2021

Berpikir Komputasional (TEMATIS)


Definisi Computational Thinking

Computational thinking adalah cara berpikir untuk menyelesaikan masalah (problem solving) dengan cara menguraikannya menjadi beberapa tahapan yang efektif, efisien, dan menyeluruh, meliputi: decomposition, pattern recognition, abstraction, algorithms yang merupakan beberapa konsep dasar ilmu komputer.



Pemikiran komputasi dianggap diinisiasi oleh artikel jurnal Wing pada tahun 2006. Namun, sebetulnya subjek serupa telah dirujuk oleh Papert (1996) dengan nama “pemikiran prosuderal”.


Wing (2006, hlm. 33) berpendapat bahwa computational thinking melibatkan pemecahan masalah, perancangan sistem, memahami perilaku manusia dengan berkaca pada konsep-konsep dasar ilmu komputer.


Apa saja tahapannya? seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pemikiran komputasi melibatkan 4 tahap utama, yakni:



Decomposition, merupakan pembagian masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau sederhana.

Pattern recognition, yakni mencari atau mengenali kesamaan pola dalam maupun antar masalah yang ingin dipecahkan.

Abstraction, melihat permasalahan secara mendasar sehingga dapat melihat jangkauan luas yang lebih penting dan mengabaikan detil kecil yang sebetulnya kurang relevan.

Algorithm, mengembangkan sistem, sekuen, atau langkah-langkah solusi yang dapat diterapkan secara menyeluruh terhadap pola yang sama sehingga lebih efektif dan efisien.

Dapat dikatakan pula bahwa apa itu computational thinking atau pemikiran komputasi merupakan metode untuk menyelesaikan masalah melalui tahapan-tahapan berpikir dalam merancang pengembangan sistem atau aplikasi komputer.


Ya, karena pada awalnya, pemikiran ini adalah pemikiran yang digunakan untuk memecahkan permasalahan ilmu komputer.


Biasanya, pengembangan aplikasi dimulai dengan kebutuhan sistem. Kebutuhan sistem akan menimbulkan banyak permasalahan antara keinginan pengguna (yang membutuhkan aplikasi) dengan Programmer atau sistem komputer yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi tersebut.



Meskipun begitu, pemikiran komputasi dapat diimplementasikan terhadap permasalahan lain di luar ilmu komputer pula. Hal ini dapat terlihat dari definisi berbeda dari salah satu pemikir utama computational thinking, yakni Jeannette M. Wing.


Pada tahun 2011, Wing mengubah definisi pemikiran komputasi menjadi: Computational thinking adalah proses berpikir yang merumuskan masalah dan solusinya, sehingga solusi tersebut direpresentasikan dalam bentuk yang dapat dilakukan secara efektif oleh agen pengolah informasi (Wing, 2011).


Contoh Computational Thinking

Apakah cara berpikir computational thinking bekerja? Sebagai seseorang yang telah bergelut dengan sistem informasi dan aplikasi, ya, pemikiran komputasi sangat efektif untuk digunakan, setidaknya dalam kacamata informatika.


Sepanjang karir saya sebagai developer (programmer) terdapat masa ketika saya tidak menyadari bahwa saya sedang menggunakan metode computational thinking. Bagaimana pemikiran komputasi bekerja dalam dunia ilmu komputer akan saya gambarkan dalam beberapa baris penjelasan di bawah ini.


Computational Thinking dalam Pengembangan Aplikasi

Kebutuhan aplikasi akan banyak menimbulkan masalah yang harus dipecahkan agar aplikasi tersebut dapat bekerja dan digunakan. Salah satu contohnya adalah bagaimana input dari user harus diverifikasi validitasnya. Misalnya, suatu form isian wajib di isi, jika tidak aplikasi tidak dapat memprosesnya.



Bagaimana cara mengecek suatu form telah diisi oleh user atau tidak? Tentunya dengan mengecek satu-persatu form wajib yang harus di isi. Katakanlah, kita memberikan perintah ini pada sistem:


Jika form nama tidak diisi, Maka: “beri peringatan dan hentikan proses pendaftaran aplikasi”.


Jika form nama diisi, Maka: “lanjutkan proses pendaftaran aplikasi”.


Sehingga, jika form nama tidak diisi maka aplikasi akan menghentikan proses pendaftaran, sebaliknya jika form nama diisi, maka proses pendaftaran aplikasi akan dilanjutkan.


Tampaknya masalah tersebut sudah diselesaikan bukan? Salah. Karena banyak form lain yang wajib untuk di isi pula (bisa belasan bahkan puluhan). Tentunya, bisa saja kita membuat “Jika” yang lainnya untuk semua form. Namun di sana terdapat celah untuk melakukan salah satu aspek pertimbangan computational thinking, yakni: pengenalan pola yang sama (pattern recognition).


Daripada menduplikasi kedua perintah di atas satu persatu untuk semua form yang ada, lebih baik kita membuat algoritma yang dapat dipakai berulang-ulang untuk semua form. Maka, dengan computational thinking, kita akan membuat semacam:


$yang_divalidasi = $nama, $alamat, $nomor_telepon, dsb;


Algoritma Validasi Form yang Kosong ($yang_divalidasi) {


Jika $yang_divalidasi nama tidak diisi, Maka: “beri peringatan dan hentikan proses pendaftaran aplikasi”.



Jika $yang_divalidasi diisi, Maka: lanjutkan proses pendaftaran aplikasi”.


}


Selanjutnya kita tinggal memerintah Algoritma Validasi Form yang Kosong untuk menyelesaikan permasalahan pada seluruh form yang tidak boleh kosong, misalnya:


Algoritma Validasi Form yang Kosong ($yang_divalidasi);


Jauh lebih efektif bukan? Permasalahan benar-benar diselesaikan secara mendasar dan menyeluruh. Kita tidak harus membuat perintah berulang-ulang hingg puluhan baris untuk setiap masalah serupa yang akan kita hadapi.


Computational Thinking dalam Kehidupan Sehari-hari

Lalu seperti apa implementasinya dalam hal lain di luar ilmu komputer? Sesungguhnya, computational thinking telah banyak diterapkan dalam berbagai hal. Contoh mudahnya adalah bagaimana sistem antrean menyelesaikan permasalahan keadilan dan keefisienan dalam menunggu giliran.


Berbagai sistem manual seperti hukum, syarat dan ketentuan, SOP (standar operasional) dalam melaksanakan suatu pekerjaan merupakan salah satu bentuk nyata dari pemikiran komputasi.


Bedanya, jika sistem tersebut dibuat berlandaskan pemikiran komputasi, maka peraturan yang ada akan jauh menjadi lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhannya.


Misalnya, tanpa computational thinking pemerintah Amerika mengalami penambahan narapidana pemakai obat-obatan terlarang. Bahkan, penjara mereka yang tentunya cukup luas dengan daya tampung besar sudah tidak dapat menampungnya lagi.


Hal tersebut karena sistem hukum yang berlaku terlalu kaku, semua pengguna narkoba dianggap kriminal. Padahal, sebagian dari mereka tak lain sekedar korban yang bukan membutuhkan penjara, namun justru membutuhkan rehabilitasi. Computational thinking akan menerapkan alogirtma yang sesuai terhadap masing-masing profil pelanggar hukum.


Bandar dihukum berat (termasuk penjara), pengguna yang mengajak orang lain diberikan sanksi sosial hingga penjara, sementara korban pengguna yang “terbawa” cukup direhabilitasi saja. Terdapat sekuen yang berulang-ulang untuk memastikan setiap permasalahan ditangani oleh hal yang benar-benar akurat dan relevan yang merupakan salah satu bagian dari pemikiran komputasi: algorithm.



Tampaknya computational thinking sudah ada dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga sudah kita ketahui tanpa adanya literasi ini. Lalu apa bedanya computational thinking dari pemikiran lain? Ini adalah salah satu hal yang banyak dipertanyakan oleh para ahli.


Kelemahan Computational Thinking

Beberapa ahli berpendapat bahwa computational thinking tidak memiliki pemikiran unik yang dapat membantu problem solving. Intinya, berbagai pendekatan dan metode lain telah memilikinya. Pengembangan sistem untuk menyelesaikan suatu repetisi telah dilakukan dari zaman dahulu.


Setidaknya, jika kita berkaca pada sejarah revolusi industri manusia, hal ini telah dilakukan bahkan dalam tahap revolusi industri awal. Bukankah inti yang dilakukan dalam computational thinking adalah: analisis, perancangan sistem, dan evaluasi?


Padahal, jika kita melihat kurikulum 13, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Semua hal yang ada dalam computational thinking terdapat dalam pendekatan itu pula. Bahkan, pendekatan saintifik memiliki tools-tools yang jauh lebih luas lagi cakupannya jika dibandingkan dengan computational thinking.


Bisa dikatakan pula bahwa sebetulnya computational thinking tidak lebih dari sekedar turunan atau cabang pemikiran yang dihasilkan dari pendekatan saintifik pula. Jangan lupa bahwa teknologi adalah pengaplikasian sains.


Kelebihan

Namun bukan berarti computational thinking tidak berguna atau terlalu generik untuk diterapkan dalam kurikulum. Terkadang, jika kita tidak mengerucutkan suatu hal, bisa jadi dampak yang kita inginkan tidak maksimal.


Pendekatan saintifik mungkin terdengar jauh lebih kuat. Namun dalam implementasinya, bisa jadi siswa Indonesia belum membutuhkannya. Bisa jadi pendekatan saintifik jauh lebih efektif jika hanya diaplikasikan oleh perguruan tinggi yang berorientasi membentuk ilmuwan atau cendekia.


Sementara salah satu visi dari Mendikbud Nadiem Makarim sepertinya adalah memajukan SDM dan vokasi Indonesia. Dalam hal ini, computational thinking sangatlah menjanjikan. Apalagi jika kita menerapkan efisiensinya dalam problem solving.


Problem Solving

Computational thinking dapat diterapkan dalam banyak pemecahan masalah. Tahapnya yang efisien dan efektif dapat melatih siswa untuk bekerja secara sistematis dan menyeluruh. Problem solving bukanlah hal baru yang selalu digaungkan dalam dunia pendidikan.


Biasanya, guru akan memberikan masalah dan meminta siswa untuk memecahkannya dengan cara masing-masing. Namun tidak semua siswa mampu memulainya sendiri. Computational thinking dapat menjadi acuan dasar umum yang dapat digunakan dalam mata pelajaran, bidang, atau permasalahan apa pun.


Sebagai catatan akhir, mengapa problem solving menjadi salah satu kemampuan wajib di abad 21 ini? Kata kuncinya adalah kecepatan. Hari ini semua bidang menuntut suatu hal untuk dilakukan atau diproduksi dengan lebih cepat. Jika tidak, kita tidak akan mampu bersaing dengan perkembangan zaman yang memang menjadi jauh lebih cepat pula karena revolusi industri 4.0.


Namun, kecepatan tersebut memberikan dampak negatif pula. Apa? Yakni munculnya banyak masalah. Kulkas yang diproduksi zaman dulu jauh lebih awet dan tidak memberikan terlalu banyak masalah bukan? Berbeda dengan kulkas baru yang bisa jadi tiba-tiba rusak dalam 1-2 tahun saja.


Hal tersebut terjadi karena pengerjaannya tidak menggunakan timeline waterfall yang akan secara perlahan meriset, merancang, dan mengetesnya secara menyeluruh terlebih dahulu sebelum diproduksi massal.


Hari ini kebanyakan produsen kulkas melakukan timeline AGILE yang melakukan segalanya dengan lebih cepat karena semua proses dilakukan secara bersamaan. Hasilnya? Produksi jauh lebih cepat, namun permasalahan yang datang juga semakin banyak.


Fenomena tersebut tidak hanya terjadi dalam industri kulkas saja. Bahkan industri militer yang memproduksi pesawat tempur saja mengalami hal yang sama. Inilah mengapa problem solving menjadi kemampuan yang sangat penting untuk melakukan negasi terhadap dampak percepatan industri.


Referensi

Cansu, Fatih & Cansu, Sibel. (2019). An Overview of Computational Thinking. International Journal of Computer Science Education in Schools. 3. 3. 10.21585/ijcses.v3i1.53.

Wing, J. M. (2006). Computational thinking. Communications of the ACM, 49(3), 33-35.

Wing, J.M. (2011), Research Notebook: Computational thinking -what and why? The Link Magazine, 20-23. Tersedia Online https://www.cs.cmu.edu/link/research-notebook-computational-thinking-what-and-why

Artikel Terkait

Model Pembelajaran Problem Solving (Penjelasan Lengkap)


03-Februari-2021

Filsafat Ilmu: Pengertian, Ruang Lingkup, Pengetahuan & Ilmu


17-Januari-2020

Problem Based Learning (Model Pembelajaran Berbasis Masalah)


28-Januari-2021

Gabung ke Percakapan

 1 Komentar



Usman berkata:

12-Maret-2021 pada 09:57

Assalamualaikum warahmatullahi wb


Balas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Komentar


Nama *


Email *


 Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.


 Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel.


 Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.


Tinggalkan Komentar

Baca Artikel Terbaru


Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)


Kerajinan Serat: Jenis, Pengolahan, Proses, Alat & Contoh


Partisipasi Warga Negara dalam Sistem Politik di Indonesia


Tata Kelola Pemerintahan yang Baik: Pengertian, Ciri & Unsur


Kewenangan Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD NRI Tahun 1945


Suprastruktur dan Infrastruktur Sistem Politik Indonesia

Trending


Model Pembelajaran: Pengertian, Ciri, Jenis & Macam Contoh


Contoh Teks Ulasan dan Strukturnya (Berbagai Topik)


Teks Drama: Pengertian, Ciri, Struktur, Unsur, Bentuk & Kaidah


Pendekatan Pembelajaran: Pengertian, Ciri, Macam & Jenis


Kritik Seni Rupa - Pengertian, Fungsi, Langkah & Penjelasan



Rabu, 28 April 2021

Pengembangan Artefak komputasional (produk TIK) dalam pengelolaan blogger, dan sosial media (WA, IG, Twitter, Fb, dll)

 Pengembangan Artefak komputasional (produk TIK) dalam pengelolaan blogger, dan sosial media (WA, IG, Twitter, Fb, dll)

April 28, 2021

Menulis merupakan sesuatu yang sudah mulai lumrah dilakukan oleh banyak orang walaupun kegiatan ini dilakukan bukan dalam posisi sebagai penulis profesional, misalnya seperti seorang pembuat berita, artikel resmi, novel maupun sebuah buku. Akan tetapi menulis sekarang ini bisa dilakukan oleh siapa saja dan dari kalangan apa saja.


Mulai dari menceritakan pengalaman pribadi, mengulas sebuah produk berdasarkan pengalaman pribadi. Hingga mencurahkan isi hati melalui sebuah quotes, motivasi ataupun sebuah puisi bisa dapat dengan mudah kita temukan melalui sosial media seperti facebook, instagram, twitter dan masih banyak lagi yang lainnya.


Beberapa dari mereka bahkan sudah ada yang mencoba mencurahkan isi pikirannya dan memposting melalui sebuah blog agar dapat dengan leluasa menyalurkan hobinya pada platform yang tepat. Sekarang ini juga sudah sangat banyak ditemukan platform untuk para blogger mencurahkan isi pikirannya dalam sebuah tulisan baik berbayar maupun tidak berbayar.


Dizaman milenial yang serba canggih ini apapun bisa dilakukan dengan adanya bantuan dari internet. Beberapa orang juga sudah menyadari bahwa dari sebuah hobi bisa menjadi salah satu sumber income bagi mereka walaupun tidak sebesar pekerjaan utama yang dilakukannya.


Menulis juga bisa menjadi sebuah side hustle bagi seseorang, yaitu melakukan kegiatan sesuai dengan passion masing disela-sela kesibukannya. Tidak jarang juga side hustle bisa menjadi salah satu bagian dari sumber income seseorang, karena selain dilakukan dengan passionate dan senang hati maka karya yang dihasilkan akan lebih berkualitas dan menghasilkan sebuah konten yang menarik.




Kegiatan menulis ini blogspot adalah selain untuk menyalurkan hobi tetapi juga bisa bersifat informatif bagi orang lain. Sehingga hasil tulisan ini banyak dicari orang sebagai bahan informasi ataupun acuan sebagai referensi sebelum melakukan sesuatu.


Jika saat ini Anda berminat untuk mencoba kegiatan sebagai seorang blogger, atau memasarkan bisnis Anda lewat blog maka ada banyak platform yang tersedia untuk mewujudkan langkah awal Anda yaitu untuk memiliki sebuah tempat untuk menulis secara online.


Mulai dari wordpress, blogspot, tumblr, typepad, wix dan masih banyak lagi platform lainnya yang tersedia. Namun saat ini kita hanya akan membahas 2 platform teratas dan terpopuler paling banyak dikenal bagi para newbie dalam dunia blogger dan tentu saja blog yang disediakan dari 2 platform tersebut diminati banyak orang karena bersifat gratis.


Banyak orang yang belum terlalu familiar dengan dunia blogger ataupun hanya sekedar iseng ingin menulis pada blog akan cenderung memilih 2 platform ini karena prosesnya mudah dan juga gratis. Sebelum membahas mengenai keduanya lebih jauh lagi, kita harus mengetahui kedua platform itu secara dasar terlebih dahulu.


·Pengertian Blogspot


Maka apa itu blogspot? pengertian blogspot adalah sebuah platform blog yang berasal dari google. Untuk membuat sebuah blog dari blogspot adalah hanya membutuhkan akun google saja.


Tidak perlu membayar nama domain dan tempat penyimpanan data, penyimpanan data akan terhubung dengan akun google anda yang memberikan 15 GB free untuk ruang penyimpanan. Jika belum memiliki nama domain, blogspot akan membantu merekomendasikan beberapa nama domain yang bisa dipakai tentu saja nama domainnya akan berakhiran dengan .blogspot.com.


Sama seperti pada umumnya sebelum menetapkan sebuah nama domain untuk nama blogspot Anda, dalam pembuatan blogspot adalah harus memastikan bahwa nama tersebut belum ada yang menggunakan. Hal itu akan dicek oleh blogspot saat Anda memasukan nama domain yang Anda inginkan, blogspot akan menginfokan apakah nama tersebut bisa dipakai atau tidak.


Pada blogspot juga ada fitur monetisasi, jadi Anda bisa memasang adsense untuk menghasilkan uang jika sudah memenuhi persyaratan yang diajukan blogspot untuk pemasangan adsense pada blog Anda. Pengaturan yang tersedia dalam blogspot juga cukup mudah untuk dipahami, Anda dapat mengubah warna dan tampilan bisa diubah melalui tools yang tersedia.


Performa yang dimiliki blogspot juga sangat bagus. Karena tampilannya yang simple maka saat proses loading website ini juga cepat jika dibandingkan dengan yang lain, soal keamanan tidak perlu diragukan lagi karena blogspot adalah didukung oleh google namun pengaturan keamanan secara defaultnya tidak dapat diubah sendiri karena ini merupakan platform tertutup (diolah oleh google).


Keuntungan dari penggunaan blogspot adalah pembuatan serta pengelolaan website yang sangat mudah dan cepat bahkan bagi seorang pemula melalui dashboard. Blogspot merupakan wadah yang tepat bagi Anda yang ingin mengasah skill menulis Anda tanpa repot untuk mengelola berbagai macam tampilan dari blog Anda.


Platform ini merupakan tempat yang tepat bagi orang yang baru belajar tentang blog dan orang yang hanya ingin tampilan web yang biasa saja, hanya untuk sekedar sharing. Jika Anda menginginkan tampilan yang lebih menarik dari template yang disediakan maka Anda harus membelinya dari pihak ke 3.


Selain itu, kekurangan dari blogspot adalah Anda tidak memiliki kontrol penuh dari website Anda karena website ini disediakan oleh google. Jadi Anda harus mematuhi persyaratan yang diberikan oleh google dalam mengelola website Anda, jika melanggar bisa saja sewaktu-waktu website Anda dihapus karena tidak memenuhi ketentuan.


Maka penting untuk melakukan backup data untuk konten blog Anda. Serta jika blog Anda sudah berkembang, maka tools default yang disediakan akan dirasa kurang mendukung. Oleh karena itu banyak yang beralih kewordpress, karena tampilan default dari blogspot yang simple dan terbatas.

Pengolahan bahan pangan setengah jadi dari bahan serealia, kacang-kacangan, dan umbi yang ada di wilayah setempat menjadi produk pangan jadi (siap konsumsi)

 Ringkasan Materi Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi dari Serealia, Kacang-kacangan, dan Umbi Menjadi Makanan Khas Wilayah Setempat


Ringkasan Materi Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi dari Serealia, Kacang-kacangan, dan Umbi Menjadi Makanan Khas Wilayah Setempat

A. Pengertian

Pengolahan bahan pangan adalah suatu kegiatan mengubah bahan mentah menjadi bahan makanan siap dikonsumsi atau menjadi bahan setengah jadi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan memperpanjang masa simpan bahan pangan.

1) Serealia adalah jenis tumbuhan golongan tanaman padi/padian/ rumput/rumputan (Gramineae) yang dibudidayakan untuk menghasilkan bulir-bulir berisi biji-bijian sebagai sumber karbohidrat/pati.

2) Umbi adalah organ tumbuhan yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk (pembengkakan) sebagai akibat perubahan fungsinya.

3) Olahan bahan pangan setengah jadi sering disebut juga sebagai ‘produk pangan primer’ adalah mengolah bahan baku pangan dengan proses pengawetan, baik pengawetan secara kimia, fisika ataupun mikrobiologi, menjadi aneka ragam olahan pangan setengah jadi, yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku pangan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari pengolahan bahan pangan setengah jadi dari serealia dan umbi menjadi makanan khas daerah setempat adalah mengolah produk pangan primer, baik yang diproduksi oleh rumah tangga, industri kecil, ataupun industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi menjadi makanan dengan karakteristik budaya setempat.

B. Jenis

Menurut teori kebutuhan Maslow, pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia (basic needs). Kebutuhan bersosialisasi (social needs), percaya diri (self esteem) dan aktualisasi diri (self actualization) merupakan tiga teratas kebutuhan manusia.

Berikut ini akan diuraikan jenis makanan khas Indonesia yang dihasilkan dari penggunaan bahan baku olahan bahan pangan setengah jadi dari serealia dan umbi.

1) Olahan pangan setengah jadi dengan bentuk pipih tebal atau tipis

Produk pangan setengah jadi bentuk pipih tebal atau tipis antara lain kerupuk gendar, rengginang, emping jagung, kerupuk bawang, bihun, dan mie, kerupuk tette, keripik singkong, sawut/gaplek ubi jalar, gaplek ubi kayu, dan kentang beku, kerupuk, keripik, dan kentang beku.

2) Olahan pangan setengah jadi dengan bentuk butiran besar

Produk pangan setengah jadi dengan bentuk butiran besar dari bahan serealia adalah beras/beras instan, beras jagung, jagung pipil kering dan beku, aneka butiran oat, aneka pasta, beras/biji sorgum, kacang hijau, kacang tanah, dan kacang kedelai, tiwul instan dan beras singkong.

3) Olahan pangan setengah jadi dengan bentuk butiran halus

Produk pangan setengah jadi dengan bentuk butiran halus yaitu tepung beras, tepung jagung/maizena, tepung terigu, dan tepung sorgum, tepung ubi jalar, tepung tapioka, tepung talas, dan tepung kentang.


Kata gizi berasal dari bahasa Arab “ghidza” yang artinya makanan. Zat makanan adalah satuan nutrisi yang menyusun bahan makanan tersebut. Kalori adalah satuan unit yang digunakan untuk mengukur nilai energi yang diperoleh tubuh ketika mengonsumsi makanan/minuman. Ada enam macam zat gizi yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan tubuh supaya dapat tumbuh dengan baik dan sehat, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Berdasarkan kegunaannya bagi tubuh zat gizi dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok sebagai berikut.

· Kelompok zat gizi penghasil tenaga (karbohidrat). Bahan makanan yang mengandung karbohidrat antara lain dapat diperoleh dari beras, jagung, gandum, roti, mie, makaroni, bihun, kentang, singkong, ubi, talas, umbi-umbian, tepung-tepungan, gula, dan minyak.

· Kelompok zat gizi pembangun sel (protein). Protein dapat diperoleh dari daging, ayam, kelinci, telur, ikan, udang, susu, serta kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tahu dan tempe.

· Kelompok zat gizi pengatur dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Zat pengatur banyak terdapat dalam sayur-sayuran yang berwarna kuning, jingga, dan merah, serta buah-buahan.

C. Teknik Pengolahan

1. Teknik Pengolahan makanan Panas Basah (Moist Heat)

Teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Bahan dasar cairan yang digunakan bervariasi seperti air, kaldu, santan, susu atau bahan lainnya.

Ø Teknik merebus (Boiling)

Teknik merebus (boiling) adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Cairan yang digunakan berupa air, kaldu, dan susu.

Ø Teknik Poaching

Teknik poacing ialah cara memasak bahan makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah titik didih (92-96 °C). Bahan makanan yang dipoach ini adalah bahan makanan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya seperti telur, ikan, dan buah–buahan. Cairan bisa berupa kaldu, air yang diberi asam, cuka, dan susu.

Ø Teknik Braising

Teknik braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan, (kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan-lahan. Jenis bahan makanan yang diolah dengan teknik ini biasanya daging dan sayuran. Efek dari braising ini sama dengan menyetup, yaitu untuk menghasilkan daging yang lebih lunak dan aroma yang keluar menyatu dengan cairannya.

Ø Teknik Stewing

Stewing (menggulai/menyetup) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan cairan yang berbumbu dan cairan yang tidak terlalu banyak dengan api sedang. Pada proses stewing, cairan yang dipakai yaitu air, susu, santan, dan kaldu. Contoh makanan yang menggunakan teknik ini antara lain, opor ayam, gulai kambing, dan gulai ikan.

Ø Teknik mengukus (Steaming)

Teknik mengukus (steaming) adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. Makanan yang diolah dengan cara ini yaitu puding, bolu, sayuran, ikan atau ayam.

Ø Teknik Simmering

Teknik simmering ini adalah teknik memasak bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu baru api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama, di mana di permukaannya muncul gelembung–gelembung kecil.

Ø Teknik mengetim

Teknik mengetim adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran di mana salah satu panci lebih kecil.

2. Teknik Pengolahan makanan Panas Kering (Dry Heat Cooking)

Teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking) adalah mengolah makanan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Teknik ini sama sekali tidak menggunakan air dalam proses pematangannya, tetapi menggunakan minyak (minyak zaitun, minyak kanola) sehingga suhunya bisa mencapai 180°C.

Ø menggoreng dengan minyak Banyak (Deep frying)

deep frying adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan minyak/lemak yang banyak hingga bahan makanan benar–benar terendam sehingga memperoleh hasil yang kering (crispy).

Ø menggoreng dengan minyak Sedikit (Shallow frying)

Shallow frying adalah mengolah bahan makanan atau proses menggoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit pada wajan datar. Dengan teknik ini bahan makanan tidak akan menjadi terlalu matang.

Ø menumis (Sauteing)

Teknik menumis (sauteing) adalah teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan dan bahan makanan yang telah dipotong kecil atau diiris tipis yang dikerjakan dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk-aduk, serta ditambah sedikit cairan sehingga sedikit berkuah/basah.

Ø memanggang (Baking)

Memanggang (baking) adalah pengolahan bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala arah tanpa menggunakan minyak atau air. Baking memiliki beberapa metode, sebagai berikut.

a) memanggang kering. Ketika memanggang dengan oven, bahan makanan akan mengeluarkan uap air. Teknik ini biasanya digunakan untuk produk pastry dan roti.

b) memanggang dalam oven menambah kelembaban. Ketika memanggang bahan makanan, masukkan wadah berisi air yang akan mengeluarkan uap air yang masuk ke dalam oven, menyebabkan kandungan air dalam bahan makanan bertambah dan akan menambah kualitas makanan.

c) memanggang dalam oven dengan menggunakan 2 wadah. Wadah pertama berisi bahan makanan, dan wadah kedua diberi air. Wadah pertama dimasukkan ke dalam wadah kedua sehingga panas yang sampai ke bahan makanan lebih lambat. Dengan demikian, tidak akan mengakibatkan panas yang berlebih dan dapat mengurangi kemungkinan makanan terlalu matang. Contoh: puding karamel, hot pudding franfrurt.

Ø membakar (Grilling)

Grilling adalah teknik mengolah makanan di atas lempengan besi panas (gridle) atau di atas pan dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung. Suhu yang dibutuhkan untuk grill sekitar 292°C. Grill juga dapat dilakukan di atas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya. Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak baik pada makanan yang akan diolah maupun pada alat yang digunakan.

D. Tahapan Pengolahan

1. Perencanaan

v Identifikasi kebutuhan (menganalis kebutuhan pengolahan pangan berdasarkan kondisi lingkungan kelas/kelompok/keluarga saat ini) untuk ide/gagasan perencanaan produk pengolahan pangan.

v Ide gagasan (membuat rencana/ merancang suatu pembuatan pengolahan pangan sesuai dengan hasil identifikasi kebutuhan)

2. Pelaksanaan/ Pembuatan

v Persiapan (merencanakan pembelian bahan sesuai kebutuhan, alat dan pengolahan pangannya/pembuatannya mulai dari pengupasan/pencucian bahan)

v Proses pembuatan, (keselamatan kerja dan hal khusus lainnya)

3. Penyajian/Pengemasan

v Wadah penyajian dan estetikanya

v Wadah kemasan, estetika, & kesehatan

4. Evaluasi

v Merasakan hasil/produk pengolahan pangan

v Mengevaluasi seluruh proses atau setiap tahapan pembuatan pengolahan sebagai bahan perbaikan.

E. Penyajian dan Pengemasan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyajikan penampilan olahan pangan sebagai berikut.

1. Kombinasi Warna

2. Bentuk, Tekstur, dan Kekentalan

Bentuk suatu hidangan dapat diciptakan dari pemotongan bahan pangan. Bahan pangan dapat dipotong dadu, memanjang, dirajang secara kasar atau halus, dibentuk lonjong, bunga atau bintang. Tekstur olahan pangan dirasakan saat di dalam mulut, apakah teksturnya lunak, kenyal, kasar, kental atau halus.

3. Rasa dan Suhu

Dalam penyajian satu menu hendaknya kita juga perlu mengombinasikan rasa-rasa dasar seperti, rasa asin, rasa manis, rasa pedas, rasa gurih, rasa pahit, dan rasa asam, maupun rasa yang sangat berbumbu.

4. Alat Saji Makanan

5. Hiasan/Garnis

6. Penyajian

Jumat, 26 Maret 2021

Komoditas satwa harapan (jangkrik, kroto, ulat sutra, cacing, bekicot, dan lain-lain) yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah setempat

 Pengertian Satwa Harapan

Satwa harapan adalah binatang atau satwa selain binatang yang dipelihara atau diternakan dan diharapkan jika diusahakan akan menghasilkan bahan dan jasa seperti ternak. Dengan kata lain, satwa harapan merupakan satwa liar yang dapat memberikan manfaat ekonomis dan non ekonomis jika dipelihara atau diternakan.


Fungsi & Manfaat

Alasan utama budidaya satwa liar ialah karena alasan ekonomis, karena satwa-satwa tersebut dapat menghasilkan produk, seperti daging, minyak, gading, tanduk, taring, kulit dan lainnya yang mempunyai unsur keindahan.


Salah satunya melalui budidaya dan pengembangan satwa liar menjadi komoditi domestik melalui domestikasi atau penangkaran. Beberapa pola yang dikembangkan adalah game ranching dan game farming.


rusa endemik baweanfaktualnews.co

Prinsip budidaya satwa harapan berkaitan dengan jumlah satwa liar pada batas tertentu yang diambil dari alam, kemudian dilakukan pengembangan dari keturunan-keturunan yang berhasil ditangkarkan. Ada empat syarat untuk mengembangkan komoditi domestik melalui penangkaran, antara lain:


Obyek atau satwa liar harus diperhatikan populasinya di alam, apakah mencukup atau tidak, memperhatikan kondisi spesies meliputi ukuran tubuh dan perilaku, serta proses pemeliharaan dan pemanfaatannya.

Harus menguasai ilmu dan teknologi, meliputi ilmu ekologi satwa liar serta teknologi sesuai perkembangan zaman.

Dibutuhkan tenaga terampil untuk menerapkan konsep ekologi serta pengelolaan penangkaran.

Diperlukan masyarakat dengan sosial budaya sesuai sebagai sasaran utama proses pemasan produk.

baca juga: Mengenal Kelomang, Ciri, Habitat, Jenis, Keunikan & Cara Pelihara

Penangkaran yang bertujuan budidaya harus menyasar pada kepentingan komersil, terutama peningkatan kualitas sehingga metode yang diterapkan dapat meningkatkan jumlah produksi sesuai kaidah ekonomi dan kebutuhan pasar.


Cara ini menerapkan teknologi reproduksi tinggi, seperti inseminasi buatan atau transplantasi embrio agar menghasilkan keturunan yang baik dan terjadi peningkatan genetik. Akan tetapi metode ini hanya boleh diterapkan bagi satwa di penangkaran karena terkait dengan nilai etika dan undang-undang perlindungan satwa liar.



 

Jenis Budidaya Satwa Harapan

Pemeliharaan satwa harapan terkadang juga dilakukan oleh komunitas pencinta satwa yang melakukan pembudidayaan terhadap beberapa jenis satwa, antara lain:


budidaya cacing tanah

Langkah Mudah Beternak Cacing Tanah

carah mudah beternak cacing tanah

 Seorang peternak cacing tanah sedang merawat ternaknya di kandang. (matakata.id)


 

SURABAYA, FaktualNews.co – Cacing tanah adalah termasuk salah satu hewan yang tidak memiliki tulang belakang (invertebrata) dan saya yakin cacing tanah sudah tidak asing lagi di telinga kita semua, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan.


Bagi sebagian orang, cacing merupakan hewan yang menjijikan, namun perlu anda ketahui bahwa sebenarnya cacing tanah memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan khususnya dibidang pertanian dan perikanan.


Mengenal jenis cacing tanah


Ada banyak sekali jenis cacing tanah yang bisa ditemukan didunia, namun yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat adalah jenis: Megascolicidae, Lumbricidae, Genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.


Dari semua jenis cacing tanah diatas tentu semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing jika dibudidayakan, tetapi hanya ada tiga jenis cacing tanah yang paling populer atau diternak di Indonesia yaitu: Pheretima, Perionyx dan Lumbricus.


Karena ketiga jenis cacing tanah tersebut dikenal lebih menyukai media dari bahan-bahan organik yang berasal dari sampah dapur atau pupuk kandang, sehingga dirasa paling mudah untuk menyediakan media sebagai tempat budidaya.


Referensi cacing tanah yang unggul


Dari ke tiga jenis cacing tanah tersebut, jika anda ingin membudidayakanya disarankan untuk memilih jenis Lumbricus Rubellus, karena jenis tersebut yang saya rasa paling unggul untuk di budidayakan karena cacing jenis ini memiliki vitalitas yang bagus, jika dibudidayakan dengan cara yang baik dan benar.


Kelebihan lainnya dari jenis cacing tanah Lumbricus Rubellus adalah dapat menghasilkan telur yang lebih banyak serta kascing yang banyak pula, selain itu sifatnya yang relatif diam dan tidak banyak bergerak sehingga lebih mudah untuk dilakukan penggemukan.


Untuk anda yang ingin mengetahui cara budidaya caing tanah yang tepat, silahkan baca perlahan-lahan artikel berikut ini dan ikuti langkah-langkahnya, jika anda membacanya secara seksama dan sampai selesai, saya yakin anda bisa memahami dan bisa langsung mempraktekanya.


Cara ternak cacing tanah Lumbricus Rubellus


Budidaya cacing tanah lumbricus rubellus sebenarnya sangatlah mudah, namun untuk mendapatkan hasil yang optimal, tentu harus paham dan mengetahui caranya dengan baik dan benar agar nantinya usaha budidaya cacing tanah ini bisa berjalan lancar, dan berikut langkah-langkahnya:


1. Persiapan media ternak cacing tanah


Untuk kelangsungan hidup cacing tanah, maka dibutuhkan media yang mengandung bahan organic lebih banyak, bahan organik sendiri bisa anda dapatkan dengan mudah yaitu berasal dari pupuk kompos atau pupuk kandang dan lainnya.


Kemudian biarkan pupuk tersebut membusuk, karena cacing sangat menyukai media yang mudah membusuk, sebagai sumber makanannya.


2. Persiapan kandang ternak cacing tanah


Setelah media tersedia, langkah selanjutnya adalah menyiapkan kandang untuk budidaya cacing tanah, untuk kandangnya yaitu berbentuk boks atau kotak dari kayu dengan ukuran 90 x 50 x 30 cm, dan jumlahnya sesuaikan dengan luas lahan tempat memelihara cacing tanah tersebut.


Penempatan kandang harus pada lokasi yang terhindar dari sinar matahari secara langsung, karena yang kita tahu cacing sangat sensitive dengan cahaya, untuk bahan kandang harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak bisa menembus cahaya, serta lokasinya harus berada ditempat yang mudah untuk di awasi agar selalu terkondisikan.


3. Persiapan Bibit Induk Cacing tanah


Dalam usaha budidaya cacing tanah, memilih bibit yang unggul adalah suatu hal yang wajib, karena cacing yang sehat akan memiliki potensi pertumbuhan serta perkembangbiakan yang baik nantinya.


Untuk pemula atau peternak dalam skala kecil, bibitnya bisa didapat dari alam bebas, yaitu seperti di tempat pembuangan kotoran unggas atau tempat lainnya yang di sukai cacing tanah.


Namun jika anda ingin budidaya cacing tanah dalam skala besar, sebaiknya membeli bibit untuk indukan dari penyedia bibit yang sudah terpercaya, agar mendapatkan bibit yang unggul.


4. Penebaran Bibit pada media


Apabila semua langkah diatas sudah siap, maka selanjutnya anda bisa langsung menebar bibit cacing tanah pada media (boks), jangan lupa basahi dulu tanah untuk media tersebut dan pastikan PH tanahnya antara 5,5 -7,5.


Untuk isinya yang ideal dalam setiap boksnya adalah sekitar 50-100 ekor cacing, jadi misalnya anda ingin membudidaya cacing untuk 10 boks, maka dibutuhkan sekitar 500-1000 ekor bibit cacing.


Pada hari pertama tebar harus selalu dipantau dan jika ada cacing yang berusaha keluar dari boks berarti bisa dipastikan bahwa media tersebut belum nyaman atau pas untuk cacing, bisa disebabkan karena kadar pH yang tidak tepat atau suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, jadi tugas anda harus mengganti media sampai benar-benar nyaman.


5. Perkembangbiakan cacing tanah


Cacing adalah tergolong hewan hermaprodit atau mampu berubah jenis kelamin, akan tetapi cacing tetap tidak bisa membuahi dirinya sendiri tanpa ada perkawinan dari cacing lain.


Untuk perkembang biakan cacing tanah tergolong sangat cepat karena dari 100 ekor cacing bisa menjadi 100.000 cacing dalam kurun waktu 1 tahun, dikarenakan biasanya sepasang cacing yang kawin akan menghasilkan 1 kokon (telur), yang kemudian telur tersebut akan menetas dalam waktu 2 minggu dan menjadi sekitar 20 ekor cacing setiap telurnya (kokon).


6. Perawatan cacing tanah


Perawatan cacing tanah terbilang sangat mudah, karena tidak memerlukan perawatan khusus yaitu anda cukup memberi pakan setiap hari, dan mengganti media bila sudah saatnya.


Sumber makanan cacing tanah yang paling bagus adalah terbuat dari bahan-bahan organic, seperti kompos yang terbuat dari sampah daun kering atau limbah sayuran, sedangkan untuk pupuk kandang yang bagus yaitu dari kotoran sapi atau kerbau.


Makanan yang anda berikan harus dalam keadaan gembur atau halus yaitu caranya bisa difermentasi terlebih dahulu. Kemudian, hasil fermentasi dicampur dengan air agar sedikit lembek seperti bubur, untuk takaran pakan yaitu menggunakan perbandingan 1:1, misalnya berat cacing 1kg maka anda harus memberikan pakan 1kg juga untuk setiap harinya.


7. Mengganti media ternak cacing tanah


Dalam usaha ternak cacing tanah, hal lain yang harus anda lakukan adalah megganti media ternak, yaitu apabila media sudah berubah menjadi tanah atau kascing (bekas cacing), untuk proses penggantianya pun harus dengan hati-hati agar cacing dan kokon tidak ikut terbuang, penggantian media bisa dilakukan setiap 1-2 bulan sekali.


8. Pengendalian Hama atau Penyakit cacing


Setiap usaha peternakan tentu ada hama atau penyakit yang sering mengganggu, begitupun dalam usaha ternak cacing tanah, adapun hama yang sering mengganggu cacing biasanya berupa hewan predator yaitu seperti: semut, katak, ayam, bebek, dan hewan lainnya, jadi anda harus selalu mengontrol atau menanggulanginya.


9. Masa panen


Apabila budidaya cacing tanah ini sudah anda lakukan dengan tepat, maka cacing tanah bisa anda panen setiap 6 bulan sekali, yang cara pemanenanya juga terbilang sangat mudah.


Cara panen cacing yaitu dengan cara memberikan lampu atau cahaya dipermukaan media, karena cacing sangat sensitif sama cahaya, maka dengan begitu cacing akan naik kepermukaan dan berkumpul sehingga memudahkan untuk memanen cacing tersebut.


Jika pada saat dipanen masih terdapat Kokon (telur cacing), maka kita harus mengambilnya dan memindahkan kemedia baru agar kokon bisa menetas kembali.


 

budidaya jangkrik

budidaya burung puyuh

budidaya kroto

Komoditas ternak kesayangan (kelinci, hamster, burung, ayam hias, reptil, kucing, dan lain-lain) yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah setempat

 Jenis-Jenis Ternak Kesayangan

Pengolongan ternak dapat dibedakan berdasarkan manfaatnya, seperti dijelas di bawah ini.


Jenis-Jenis Ternak Kesayangan | Prakarya Kelas VIII Kurikulum 2013


Adapun jenis-jenis ternak hias antara lain sebagai berikut.

Kelompok pisces, misalnya arwana, koi, dan cupang.

Kelompok reptilia, misalnya iguana.

Kelompok aves, misalnya jalak, poksai, merpati, parkit, beo, kakatua, dan ayam kate.

Kelompok mamalia, misalnya kelinci, hamster, dan kucing.

Beberapa jenis aves yang biasanya dipelihara adalah sebagai berikut.

Burung berkicau indah, misalnya poksai, jalak, kutilang, ayam berkisar, perkutut, kepodang, tekukur, dan ayam pelung.

Burung berbulu indah, misalnya betet, nuri, angkas, merpati kipas, itik mandarin, gelatik, dan merak.

Burung pelatah, misalnya beo, dan kakatua.

Burung unik, misalnya kasturi raja, rangkong, dan pelatuk.

Kelompok Pisces

Berikut ini adalah beberapa kelompok pisces yang bisa kalian temukan di Indonesia. Bahkan mungkin sudah ada di rumah kalian saat ini. Adapun kelompok pisces tersebut adalah sebagai berikut.


1. Ikan Cupang

Cupang hias jenis halfmoon.


Jenis-Jenis Ternak Kesayangan | Prakarya Kelas VIII Kurikulum 2013

2. Ikan Koi

Kualitas ikan koi yang baik dapat dilihat dari kejernihan warna kulit dan bentuk tubuh yang proporsional.


Jenis-Jenis Ternak Kesayangan | Prakarya Kelas VIII Kurikulum 2013

Kelompok Reptilia

1. Iguana

Klasifikasi Iguana sebagai adalah sebagai berikut:


Jenis-Jenis Ternak Kesayangan | Prakarya Kelas VIII Kurikulum 2013

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Class : Sauropsida

Ordo : Squamata

Familia : Iguanidae

Genus : Iguana

Species : Iguana delicastissma

Kelompok Aves

1. Burung

Jenis-Jenis Ternak Kesayangan | Prakarya Kelas VIII Kurikulum 2013

Burung termasuk kelompok hewan vertebrata berdarah panas.

Burung berkembang biak secara ovipar (dengan cara bertelur)

Burung melakukan adaptasi secara morfologi dengan memiliki bentuk kaki dan paruh yang berbeda-beda sesuai dengan habitat dan jenis makanannya.

2. Kelinci


Jenis-Jenis Ternak Kesayangan | Prakarya Kelas VIII Kurikulum 2013


Kelinci termasuk kelompok hewan herbibora dan binatang malam. Beberapa karakter unik pada kelinci antara lain suka mengerat dan menggali, berkomunikasi melalui pandangan, pendengaran, dan penglihatan.

3. Hamster




Kata 'hamster' berasal dari kata Jerman 'hamstern', yang berarti 'mentimun'. Ciri-ciri hamster adalah memiliki badan yang gemuk, berekor pendek, bagian bawah hamster berwarna putih sampai abu-abu dan hitam, berbulu tebal dengan warna bulu yang beragam tergantung dari spisies hamster tersebut.